Menu Lainnya

MENU UTAMA
SISTEM ONLINE


DOWNLOAD

ADVOKASI KOMITMEN PENURUNAN STUNTING DI PAKPAK BHARAT


Type   berita
  admin humas     20-09-2022
  690 Views

UNHAJNEWS - Kampus UNHAJ Harmonis - Amanah - Jujur - Inovatif. Pakpak Bharat, 13 September 2022 M - 16 Shafar 1444 H. Pemkab Pakpak Bharat menyelenggarakan acara Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Aula Bale Sada Arih, Kompleks Kantor Bupati Pakpak Bharat, Selasa (13/9/2022). Kegiatan ini dilaksanakan guna mempercepat upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat. Hal ini merupakan komitmen Universitas Haji Sumatera Utara dalam mendukung program Pemerintah untuk Penurunan Stunting. Tindak lanjut dari MoU antara BKKBN dengan beberapa Perguruan Tinggi di Sumatera Utara beberapa bulan yang lalu. Ketua LPM Mestika Rija Helti, SST, SKM, M.Kes didampingi Ketua LPPM Yulis Hati, S.Kep, Ns, M.Kep dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Fitriani Fadillah, S.Kep, Ns, M.Kep sebagai pelaksana dalam kegiatan ini.

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor melalui Sekretaris Daerah, Jalan Berutu, S.Pd, MM mengatakan Bahwa Pemerintah akan terus melanjutkan komitmen dan upaya pencegahan stunting di wilayah Pakpak Bharat. "Pencegahan dan Penurunan Stunting tersebut dilakukan salah satunya dengan kegiatan sosialisasi seperti yang kita laksanakan saat ini,"ujar Bupati Franc Tumanggor dalam arahannya.

Berdasarkan survei status gizi Indonesia di tahun 2021 lalu, diketahui bahwa prevalensi stunting di Pakpak Bharat mencapai 40,8 persen, masih sangat tinggi dibandingkan Sumatera Utara yang sebesar 25,8 persen. "Sehingga perlu kita atasi bersama secara terintegrasi mulai tingkat Kabupaten hingga tingkat desa. Saya berharap adanya peran aktif organisasi masyarakat serta pihak-pihak swasta bersinergi dan bersatu dalam upaya percepatan penurunan stunting di Pakpak Bharat,"ujar Bupati.

Bupati juga menjelaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat yang saat ini di bawah kepemimpinannya juga harus mengurai, memecah serta mengatasi setiap persoalan dan tantangan yang ada, termasuk mengenai persolan dan masalah stunting ini. "Di tengah keterbatasan yang dialami masyarakat, berbagai program terus bergerak, baik melalui Dinas Kesehatan, Pertanian, Pendidikan, Dinas Pemdes, PP dan Perlindungan Anak dan Keluarga berencana, bahkan sampai ketingkat Desa dengan pemanfaatan Dana Desa bagi percepatan penanggulangan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat,"jelasnya.

Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Mhd. Irzal, SE, ME dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas upaya dari segenap Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam penanggulangan stunting di wilayah ini. "Kami sangat bersyukur dan terima kasih atas upaya kita semua dalam menurunkan angka stunting, jangan selalu berpatokan dan jangan melihat besaran angka pravelensi stunting itu, yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita berupaya terus pada pencegahan,"ucap Mhd. Irzal dalam sambutannya.

Prevalensi stunting di Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2022 adalah sebesar 21,28 persen sehingga Pakpak Bharat dinobatkan sebagai lokus stunting. Berbagai upaya terkait penangan stunting ini terus digalang oleh Pemerintah Pakpak Bharat di antaranya pemberian edukasi tentang pentingnya pola hidup sehat, pentingnya menjaga gizi seimbang, pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil dan menyusui, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan bayi baru lahir dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk mempercepat Kabupaten ini keluar dari zona bahaya stunting.

Penguatan komitmen Bupati Pakpak Bharat adalah salah satu cara pencegahan dan percepatan penurunan Stunting. Ada 5 pilar pencegahan Stunting, antara lain, komitmen dan visi kepemimpinan, kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku, konvergensi, koordinasi, dan konsolidasi program pusat, Daerah dan Desa, ketahanan pangan dan gizi, serta terus melakukan pemantauan dan evaluasi. Berkaitan hal tersebut pemerintah Pakpak Bharat juga terus menggelorakan ajakan bagi masyarakat untuk berkomitmen dan bersepakat atas penurunan angka prevalensi Stunting Kabupaten Pakpak Bharat, dengan tetap melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yakni keluarga inti.

"Sebab keluarga inti merupakan elemen pertama yang mempengaruhi dalam pertumbuhan anak,"jelasnya. "Diharapkan keluarga inti ini dapat memperdalam pemahaman atas pentingnya edukasi persuasif kepada orang-orang terdekatnya,"urainya.

Humas_UNHAJ@13/09/2022